Menjadi
Pendidik
Pendidik
dapat diartikan sebagai orang yang memberikan suatu ilmu entah ilmu tertulis
maupun yang tidak tertulis, seperti kebiasaan dan tingkah laku. Tak hanya itu,
pendidik merupakan cerminan atau penilaian atas individu. Misalnya, apabila ada
individu yang melakukan suatu kesalahan, orang yang pertama ditanyakan pasti
siapa pendidiknya. Bisakah dia mendidik individu dengan baik? Padahal sikap
seorang individu tidak hanya ditentukan oleh seorang pendidik tetapi juga
lingkungan sosial.
Siapa
sajakah pendidik itu? Pendidik pertama individu adalah orang tua. Orang tua
bertugas mengenalkan hal yang baik maupun hal yang buruk bagi individu. Pendidikan
dasar yang diberikan orang tua sangat mempengaruhi sifat serta sikap individu
tersebut kelak. Setelah orang tua, guru merupakan pendidik lanjutan bagi
seorang individu. Guru bertugas untuk memberikan ilmu pengetahuan dan
kreativitas untuk bekal individu kelak. Selain itu guru juga bertugas
memotivasi individu untuk mencapai cita-citanya.
Pada
tulisan ini, saya akan mengupas tentang menjadi seorang guru. Menjadi seorang guru
itu sangatlah berat, tidak seperti yang kita bayangkan. Kita hanya bisa menilai
bahwa guru itu hanya bisa memberi catatan, memberi tugas, memberi tes yang
sulit, dan memberi nilai. Tidak hanya itu, disamping ilmu mereka juga arus
mempunyai sikap yang selayaknya dimiliki oleh seorang pendidik, seperti:
1. Menjadi
guru haruslah tahan banting
Seorang guru haruslah kuat dalam arti kuat
menghadapi individu yang sangat aktif (hyperactive)
ataupun individu yang memiliki kekurangan (cacat) karena akan mempunyai kebutuhan
yang lebih dibandingkan individu yang normal. Hal tersebut tentu membutuhkan
pendidik yang kuat fisik maupun mental untuk menghadapi hal tersebut.
2. Menjadi
guru haruslah berhati baja
Seorang guru haruslah mempunyai hati
yang kuat untuk menghadapi segala persoalan yang ditimbulkan dari seorang
individu yang dididiknya. Seorang guru juga harus mau menerima saran dan kritik
dari orang tua individu yang dididiknya agar menjadi motivasi supaya lebih
baik.
3. Menjadi
guru haruslah penyabar
Menjadi guru haruslah sabar menghadapi
segala jenis sifat dan sikap individu. Selain itu, guru juga harus dapat
mengontrol emosi saat berhadapan dengan individu yang memerlukan perhatian
khusus. Apabila guru tidak memiliki sifat ini, pastilah ia akan memiliki
masalah dengan orang tua individu atau yang paling fatal akan berurusan dengan
pihak berwajib.
Dibalik
beratnya tugas guru, ada beberapa fakta yang sangat memprihatinkan. Beratnya
tugas guru tidak diimbangi dengan gaji yang diberikan. Walaupun guru merupakan “Pahlawan
Tanpa Tanda Jasa”, tetapi mereka juga patut mendapatkan gaji yang setimpal. Seorang
guru sangat mulia karena mereka bisa menciptakan orang-orang besar seperti presiden,
menteri, dokter, insinyur, arsitek, dan profesi lainnya. Tanpa guru mereka itu
bukan apa-apa. Namun apa yang kita temui di negeri ini? Kehidupan guru sangat
memprihatinkan. Bahkan ada guru saya yang notabenenya pegawai negeri mengaku
bahwa gaji sebulan itu tidak mencukupi kebutuhan hidup apabila Beliau tidak
mempunyai usaha sampingan. Padahal saya tinggal di kota yang cukup besar. Sangat
ironis memang. Belum lagi jika kita melihat beberapa guru yang berada jauh dari
kota, mereka harus mencari profesi tambahan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Mereka rela menjadi pengumpul sampah atau botol untuk mencukupi kebutuhannya
setiap hari.
Dari
tulisan saya ini, saya berharap agar kita dapat menghargai seorang pendidik
yang sangat berjasa terhadap hidup dan cita-cita kita. Selain itu, saya juga
berharap agar Pemerintah lebih peduli untuk meningkatkan kesejahteraan guru
terutama mereka yang berada jauh dari kota.
Tulisan ini dibuat
untuk mengikuti Lomba Blog SampoernaSchool of Education








No comments:
Post a Comment