Pages

A Story #1


Aku masih ingat saat itu. Mata kita bertatapan. Entah sengaja atau tidak hanya kamu, aku, dan Tuhan yang tahu. Namun sejak tatapan itu, entah mengapa aku selalu menunggu saat itu lagi. Dan benar saja, mengapa saat kamu lewati depan kelasku, mata ini mendadak mengarah ke luar dan itu kamu. Ada rasa kepuasan tersendiri. Dan sekali lagi aku hanya menganggap sebuah kebetulan. Di saat itu pula aku hanya bisa bertanya-tanya pertabda apakah ini? Masalah perasaan ini, hanya aku dan teman sebangkuku yang tahu. Cukup dia sajalah yang tahu, pikirku.
Sejak saat itu entah hanya perasaanku saja, aku merasa sorot matamu mengikutiku setiap aku berangkat sekolah. Karena hal itu mulai aku bertanya siapakah dirimu itu? Teman masa kecilkukah? Tapi sepertinya tidak. Di sebuah kesempatan aku mendapati namamu di papan keterangan. Yah, sebuah nama yang unik. Di sebela namamu tertera nama yang tidak asing lagi bagiku. Dia adalah teman masa SD yang dulu pernah aku sukai.
Setahun berlalu begitu cepat dan mau tidak mau aku harus bisa menyesuaikan diri di kelas yang baru. Untung saja teman sebangkuku dulu sekelas lagi denganku. Awal pertama masuk biasa saja, sebelum aku mendengar sebuah berita. Rupanya ada anak yang ingin pindah jurusan dan akan ditempatkan di kelasku. Ternyata dia adalah sosok yang selama ini menarik perhatianku. Hari pertama dia masuk, jujur jantung ini cukup beregup dibuatnya. Dan anehnya untuk beberapa waktu dia tak berani menatap an berbicara denganku. What’s wrong with me boy? Haha. Lucu kan ya?
Waktu terus berlalu dan kutemukan namamu di permintaan teman di akun jejaring sosialku. Akupun menerima permintaan , tanpa mengharapkan apapun. Beberapa minggu setelah itu, kau mengajakku mengobrol di jejaring itu, walaupun hanya melalui chat. Entah mengapa saat itu aku bahagia sekali. Ya Tuhan ada apa denganku?, batinku. Setelah chat perdana, akhirnya berlanjut dengan dua dan tiga chat berikutnya. Tak cukup itu kami pun saling menyukai status dan berkomen ria. Tak hanya itu, beberapa kali dia juga mengikutkan namaku di tag note maupun foto berjajar dengan teman-teman dekatnya itu. Tapi yang mengherankan, kita jarang bertatap dan berkomunikasi secara langsung. Dia sangat berbeda. Kadang timbul pertanyaan dari dalam apakah maksud semua ini? Apa kamu tertarik atau ingin sekadar kenal saja? Kau memperlakukanku berbeda dengan temanmu lainnya. Yah cukup tau sajalah. Semoga segera ada jawaban atas pertanyaanku itu.
Tugas seni musik mempertemukanku pada dirimu lagi. Yeah ada sedikit rasa senang. Tapi ternyata kamu begitu dingin ya? Kami diberi tugas untuk membuat sebuah lagu untuk ditampilkan. Dan saat itu, akulah yang membuat lirik dibantu dengan temanku. Saat latihan terakhir sebelum tampil, ada suatu moment yang membuatku merasa begitu mengagumimu. Kamu petik gitar itu, kamu ibaratkan gitar itu seperti bass dan sekali lagi aku merasa sangat mengagumimu.
Kekagumanku kepadamu sempat terkoyak karena ulahmu. Kau mencoba menilai orang dan itu salah besar. Kau juga begitu pengecut untuk menyelesaikannya dengan baik. Aku kecewa. Tapi seiring waktu berjalan, aku dapat dengan mudah melupakan kesalahanmu itu. Ada apa denganku? Semoga ada jawaban atas kebingunganku ini. Semester akhir pertemanan menjadi sangat dingin dan beku hingga kenaikan kelas.

To be Continued ...

2 comments:

Anonymous said...

yeaaah , i know who is he . hehe :D
lanjutkan nulisnya cing ! :D

Da journal said...

haha, oke cing tunggu kelanjutannya :D