Aku masih ingat saat itu. Mata
kita bertatapan. Entah sengaja atau tidak hanya kamu, aku, dan Tuhan yang tahu.
Namun sejak tatapan itu, entah mengapa aku selalu menunggu saat itu lagi. Dan
benar saja, mengapa saat kamu lewati depan kelasku, mata ini mendadak mengarah
ke luar dan itu kamu. Ada rasa kepuasan tersendiri. Dan sekali lagi aku hanya
menganggap sebuah kebetulan. Di saat itu pula aku hanya bisa bertanya-tanya
pertabda apakah ini? Masalah perasaan ini, hanya aku dan teman sebangkuku yang
tahu. Cukup dia sajalah yang tahu, pikirku.
Sejak
saat itu entah hanya perasaanku saja, aku merasa sorot matamu mengikutiku
setiap aku berangkat sekolah. Karena hal itu mulai aku bertanya siapakah dirimu
itu? Teman masa kecilkukah? Tapi sepertinya tidak. Di sebuah kesempatan aku
mendapati namamu di papan keterangan. Yah, sebuah nama yang unik. Di sebela
namamu tertera nama yang tidak asing lagi bagiku. Dia adalah teman masa SD yang
dulu pernah aku sukai.
Setahun
berlalu begitu cepat dan mau tidak mau aku harus bisa menyesuaikan diri di
kelas yang baru. Untung saja teman sebangkuku dulu sekelas lagi denganku. Awal
pertama masuk biasa saja, sebelum aku mendengar sebuah berita. Rupanya ada anak
yang ingin pindah jurusan dan akan ditempatkan di kelasku. Ternyata dia adalah
sosok yang selama ini menarik perhatianku. Hari pertama dia masuk, jujur
jantung ini cukup beregup dibuatnya. Dan anehnya untuk beberapa waktu dia tak
berani menatap an berbicara denganku. What’s
wrong with me boy? Haha. Lucu kan ya?
Waktu
terus berlalu dan kutemukan namamu di permintaan teman di akun jejaring
sosialku. Akupun menerima permintaan , tanpa mengharapkan apapun. Beberapa
minggu setelah itu, kau mengajakku mengobrol di jejaring itu, walaupun hanya
melalui chat. Entah mengapa saat itu
aku bahagia sekali. Ya Tuhan ada apa denganku?, batinku. Setelah chat perdana,
akhirnya berlanjut dengan dua dan tiga chat berikutnya. Tak cukup itu kami pun
saling menyukai status dan berkomen ria. Tak hanya itu, beberapa kali dia juga
mengikutkan namaku di tag note maupun foto berjajar dengan teman-teman dekatnya
itu. Tapi yang mengherankan, kita jarang bertatap dan berkomunikasi secara
langsung. Dia sangat berbeda. Kadang timbul pertanyaan dari dalam apakah maksud
semua ini? Apa kamu tertarik atau ingin sekadar kenal saja? Kau memperlakukanku
berbeda dengan temanmu lainnya. Yah cukup tau sajalah. Semoga segera ada
jawaban atas pertanyaanku itu.
Tugas
seni musik mempertemukanku pada dirimu lagi. Yeah ada sedikit rasa senang. Tapi
ternyata kamu begitu dingin ya? Kami diberi tugas untuk membuat sebuah lagu
untuk ditampilkan. Dan saat itu, akulah yang membuat lirik dibantu dengan
temanku. Saat latihan terakhir sebelum tampil, ada suatu moment yang membuatku
merasa begitu mengagumimu. Kamu petik gitar itu, kamu ibaratkan gitar itu
seperti bass dan sekali lagi aku merasa sangat mengagumimu.
Kekagumanku
kepadamu sempat terkoyak karena ulahmu. Kau mencoba menilai orang dan itu salah
besar. Kau juga begitu pengecut untuk menyelesaikannya dengan baik. Aku kecewa.
Tapi seiring waktu berjalan, aku dapat dengan mudah melupakan kesalahanmu itu.
Ada apa denganku? Semoga ada jawaban atas kebingunganku ini. Semester akhir
pertemanan menjadi sangat dingin dan beku hingga kenaikan kelas.
To be Continued ...








2 comments:
yeaaah , i know who is he . hehe :D
lanjutkan nulisnya cing ! :D
haha, oke cing tunggu kelanjutannya :D
Post a Comment