Seperti
yang kita ketahui, saat ini kasus korupsi makin marak di Indonesia. Lihat saja
berita banyak berita yang menampilkan kasus korupsi dari korupsi pengadaan Al
Quran hingga kasus hambalang. Sepertinya korupsi sudah menjadi budaya di negeri
ini. Menyinggung soal korupsi pasti kita akan ingat dengan KPK. KPK merupakan lembaga yang dibentuk
pada tahun 2003 yang bertugas untuk mengatasi, menanggulangi, dan memberantas
korupsi di Indonesia. Setahun belakangan ini KPK menangani berbagai macam kasus
berat yang melibatkan pejabat tinggi.
Dan
sejak diketuai oleh Bapak Abraham Samad, KPK pun menjadi semakin berkembang dengan kasus
yang Beliau bongkar. Sebagai Ketua KPK, Bapak Abraham Samad dipandang sebagai pemimpin
yang bijaksana. Beliau berjanji akan membongkar kasus korupsi tanpa
tebang-pilih dan itu dibuktikan dengan terbongkarnya kasus pengadaan SIM
Simulator yang menyeret pejabat tinggi di Kepolisian RI. Kasus ini pun
menimbulkan konflik dengan Kepolisian RI sehingga mengundang Presiden untuk menengahi
konflik tersebut.
Menjadi
seorang Ketua KPK
tidaklah mudah. Banyak yang harus dipertimbangkan dan mempunyai suatu
risiko yang besar. Tapi tidak ada salahnya jika kita berandai-andai menjadi
seorang Ketua KPK.
Sudah saatnya kita sebagai pemuda penerus bangsa mempunyai keinginan tinggi
agar negeri ini menjadi lebih baik.
“Andai
Aku Menjadi Ketua KPK” aku akan:
"Memberikan Pendidikan Anak tentang Korupsi"
Siswa
akan diberi pengetahuan mengenai pengertian korupsi, contoh kecil perbuatan korupsi, serta akibat
dari perbuatan korupsi. Mereka akan diberi pengertian bahwa korupsi itu berawal
dari “kebohongan” dan “kecurangan”, seperti halnya menyontek. Selain itu siswa juga diberi contoh akibat dari korupsi misalnya banyaknya para pengemis dan gelandangan. Kita bisa menerangkan bahwa mereka menjadi seperti itu karena hak mereka diambil oleh pelaku korupsi. Kegiatan ini
bertujuan agar siswa selalu bertindak jujur dan mau bekerja keras tanpa
menggunakan cara-cara curang untuk mendapatkan suatu hal yang mereka inginkan.
Selain
pendidikan umum juga dibutuhkan pendidikan agama. Melalui pendidikan agama
anak-anak dapat diajarkan bahwa korupsi merupakan salah satu perbuatan yang
dilarang agama. Dan apabila mereka melakukan maka mereka akan mendapat dosa dan
bisa masuk neraka. Dengan hal itu, anak pasti akan menjauhi perbuatan korupsi karena mereka tidak ingin berbuat dosa.
Setelah
melalui pendidikan dasar kita harapkan pengetahuan tersebut dapat menjadi
pondasi yang kuat agar anak tidak terjerumus dalam tindakan yang mengarah
terhadap “kebohongan” dan “kecurangan”.
"Memberikan Pendidikan Korupsi untuk Guru"
Pendidikan siswa tentang korupsi tidak akan berjalan tanpa ada dukungan dari guru. Pada kegiatan ini kita memberikan pengertian guru untuk tidak melakukan hal-hal yang nantinya menjadi akar dari tindakan korupsi untuk anak. Misalnya saja pengkatrolan nilai yang dilakukan oleh oknum guru. Kalau dilihat memang sepele tapi dampaknya sangat besar, anak akan berpikiran bahwa mereka tidak harus bekerja keras untuk mendapatkan nilai bagus tetapi hanya dengan berbuat baik. Bagi beberapa anak "berbuat baik" disalah artikan dengan cara memberikan suatu bingkisan kepada gurunya tersebut malam sebelum terima rapor. Hal tersebut dapat menjadi cikal bakal perbuatan korupsi kelak hingga mereka dewasa. Dengan ini guru dihimbau agar tidak melakukan hal tersebut dan menerangkan bahwa untuk mendapa nilai yang memuaskan mereka harus melakukan perbaikan nilai.
"Menggalakkan Semboyan ANTI-KORUPSI di Berbagai Media"
Di zaman yang semakin modern ini, media massa sangat berperan penting terhadap kegiatan ini. Melalui media elektronik dan media massa, kita dapat menyisipkan setiap harinya sebuah iklan tentang ANTI-KORUPSI yang berisi ajakan untuk menghindari dan melawan perbuatan korupsi. Selain media massa, media social seperti blog, twitter, maupun facebook dapat membantu untuk menggalakkan semboyan ANTI-KORUPSI. Melalui media social kita dapat membuat sebuah grup untuk mendukung gerakan ANTI-KORUPSI. Di grup tersebut kita juga dapat memberikan informasi mengenai semua hal yang menyangkut korupsi. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu menyadarkan warga betapa korupsi itu mempunyai dampak yang buruk terhadap moralitas bangsa. Selain itu diharapkan agar warga aktif terhadap masalah korupsi yang terjadi di negeri ini.
Tiga hal tersebut merupakan sebuah impian jika saya menjadi seorang Ketua KPK. Tidak ada salahnya bermimpi untuk menjadi seorang Ketua KPK yang berjasa terhadap kesejahteraan rakyat. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan korupsi untuk anak sangat bermanfaat untuk membentuk moral anak dalam menghadapi godaan korupsi. Selain itu dukungan melalui media massa maupun media sosial sangat membantu untuk menyadarkan seseorang agar tidak berbuat korupsi. Saya meminta maaf apabila ada yang pihak yang kurang berkenan terhadap tulisan saya. Saya hanya ingin menyampaikan aspirasi saya sebagai warga negara yang baik. Saya berharap semoga hal tersebut dapat sedikit menjadi masukan untuk usaha KPK untuk mencegah korupsi ke depannya.








No comments:
Post a Comment