Mungkin buku
ini udah lama
dan saya baru
saja selesai membaca
buku inii beberapa minggu
yang lalu. Tapi
ngga ada salahnya saya
share soal buku
ini kan??? OK
daripada basa-basi, lets
read this post!!!
I hope you
leave your comment.
Negeri 5 Menara
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Penulis : A. Fuadi
Halaman : 423
Tahun Terbit :
Juli 2009 (cetakan pertama)
Seumur hidupnya
Alif tidak pernah
menginjak tanah di
luar ranah Minangkabau.
Masa kecilnya dilalui
dengan berburu durian
runtuh di rimba
Bukit Barisan, main
bola di sawah
dan mandi di
air biru Danau
Maninjau. Tiba-tiba dia
harus melintasi punggung
Sumatera menuju sebuah
desa di pelosok
Jawa Timur. Ibunya ingin
dia menjadi Buya
Hamka walau Alif
ingin menjadi Habibie.
Dengan setengah hati
dia mengikuti perintah
Ibunya: belajar di
pondok.
Negeri 5
Menara adalah buku
pertama dari trilogi. Ditulis
oleh A.Fuadi, mantan
wartawan TEMPO & VOA, penyuka
fotografi, dan terakhir
menjadi Direktur komunikasi
di sebuah NGO
konservasi. Alumni Pondok
Modern Gontor, HI Unpad,
George Washington University,
dan Royal Holloway, University
of London ini
meniatkan sebagian royalti
trilogi ini untuk
membangun Komunitas 5
Menara, sebuah organisasi
sosial berbasis volunteerism
yang ingin menyediakan
sekolah, perpustakaan, klinik
dan dapur umum
gratis buat kalangan
yang tidak mampu.
Sesungguhnya ia
terpaksa masuk ke PM.
Karena dia ingin menjadi penerus
Habibie, bukan seorang
santri. Hal yang
membuat Alif akhirnya
masuk PM adalah
rasa hormat dan patuhnya
terhadap seorang yang
sangat berjasa kepadanya.
Beliau adalah ibunya.
Namun, rasa terpaksa
Alif berubah menjadi
kesenangan karena ia mendapati
hal baru di sana.
Dia mempunyai teman
yang berbeda-beda dan berasal
dari berbagai daerah
di Indonesia. Alif
pun tersihir dengan
“mantera” yang disampaikan
oleh Kyai Rais.
Selama di PM,
Alif dan teman-temannya mengalami
berbagai pengalaman menarik,
dari dihukum di hari
pertama masuk, menjadi jasus,
beratnya berbicara Bahasa
Arab dan Inggris
tiga bulan setelah
masuk, berlomba-lomba untuk
bertemu dengan anak
dari seorang ustad,
menjadi penjaga malam sampai-sampai hampir
terluka, menjadi panitia
festival akbar, dan menyelesaikan
ujian akhir yang
sangat berat.
Menurut saya
buku ini sangat bagus
dan mendidik. Buku
ini menceritakan tentang
kehidupan Alif di
Pondok Madani dan impiannya.
Banyak nilai religius
dan nilai moral
yang terdapat dalam
buku ini. Buku ini
juga mengajari kita,
agar kita tidak
takut untuk bermimpi.
Karena mimpi itu
akan terwujud apabila
kita mau bersungguh-sungguh mewujudkannya.
Yah itu
tadi sedikit kilasan
tentang “Negeri 5
Menara”,, untuk lebih jelasnya...
mendingan baca sendiri
bukunya!!! Dijamin nggak akan
nyesel. Btw,, tungguin postingan
selanjutnya tentang buku kedua dari
trilogi ini.









No comments:
Post a Comment