Pages

[Review Novel] Surat Kecil untuk Tuhan


Mungkin telat banget kali ya aku bahas soal buku ini. Tapi gak apalah, barangkali aja ada yang belum baca buku ini. Langsung mulai aja yah...

Surat Kecil untuk Tuhan


Penerbit             :   Inandra Published
Penulis               :   Agnes Davonar
Halaman            :   231
Tahun Terbit      :  Juli 2008 (cetakan pertama)
        Buku ini menceritakan kisah nyata dari seorang penderita kanker jaringan lunak. Dia bernama GITA SESA WANDA CANTIKA atau dalam buku ini dipanggil Keke. Keke adalah satu-satunya anak perempuan dan anak bungsu dari tiga bersaudara. Dia adalah korban brokenhome orang tuanya. Sempat ia dan dua kakaknya menjadi down karena peristiwa tersebut. Untuk menghilangkan trauma anak-anaknya, ayah mereka memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Kebetulan ayahnya mendapat tugas di Jakarta. Setelah pindah, trauma Keke sembuh karena hal tersebut terobati dengan lingkungan sekolahnya yang baru. Teman-teman dan kekasihnya, Andi, sangat care dan sayang sama Keke. Namun di saat ia sedang senang-senangnya, ia dihadapkan kenyataan yang sulit dipahami. Berawal dari sakit mata yang tak kunjung sembuh, Keke divonis dokter menderita penyakit rabdomiosarkoma atau kanker jaringan lunak. Penyakit ini sangat langka dan baru pertama kali di Indonesia. Parahnya lagi, penyakit ini berkembang dengan cepat.
Ayah Keke sangat shock dengan kenyataan yang dihadapi putrinya. Dia menyimpan rapat kondisi Keke sesungguhnya. Dia tak mau putrinya mengetahui penyakit yang putrinya derita. Diapun berusaha mencari cara agar putrinya dapat sembuh. Setiap dokter yang ditanya menganjurkan untuk mengoperasi Keke. Namun ayah Keke tidak mau karena operasi tersebut akan  membuat wajah Keke cacat. Diapun berusaha mencari pengobatan tradisional hingga ke seluruh wilayah hingga membuat Keke curiga dengan kondisi sebenarnya. Dalam pencarian pengobatan, Keke tak sengaja mendengar bahwa ia terkena kanker. Ia berusaha tabah mendengar keadaannya itu
Sekian lama ayah Keke menjari pengobatan, namun tak ada satupun yang bisa menyembuhkan penyakit Keke. Kemudian dia bertemu dengan salah satu dokter ahli. Dokter itu pun menawarkan jalan lain pengobatan Keke, yaitu kemoterapi. Keke pun bersedia menjalani kemoterapi itu selama enam kali. Karena kemoterapi itu, Keke sering merasa mual dan perlahan rambutnya rontok sampai tak tersisa. Hal itu tak membuat teman-teman dan kekasih Keke menjauh. Mereka malah memberi support agar Keke cepat sembuh. Setelah enam kali kemoterapi, Keke dinyatakan bebas dari kanker yang ganas itu.
Namun hal itu tak berlangsung lama. Kondisi Keke kembali drop dan ia harus menerima vonis terberat dalam hidupnya. Sel kanker kembali menyerangnya dan kali ini perkembangannya lebih cepat. Vonis itu membuat Keke memutuskan kekasihnya, Andi karena ia merasa tidak akan bisa membahagiakan Andi nantinya. Mendengar vonis itu, ayah Keke mencari jalan keluar. Namun lagi-lagi, setiap dokter menganjurkan untuk operasi dan mau tak mau ayah Keke menyetujuinya walaupun harus sampai Singapore. Namun setelah sampai Singapore, dokter di sana angkat tangan karena sel kanker telah menyebar dan jika dioperasi akan beresiko tinggi. Pernyataan itu benar-benar membuat ayah Keke terpukul. Tak berhenti sampai disitu, ayah Keke berusaha mendesak dokter untuk menerapi Keke lagi. Setelah mendapat ijin, Keke harus menerima kemoterapi lagi. Namun kemoterapi itu tidak menghasilkan apa-apa karena sel kanker telah kebal. Makin lama kondisi Keke makin buruk dan akhirnya dia meninggal dengan tenang pada tanggal 25 Desember 2006 tepat pada pukul 23.00. Semua teman, keluarga serta kekasihnya sudah mengikhlaskan Keke pergi. Sebelum meninggal, Keke sempat mengikuti Ujian Nasional dan dia mendapat peringkat ketiga.
Buku yang dikisahkan kembali oleh Agnes Davonar ini sangat meyentuh perasaan. Bahkan apabila kalian membaca tak jarang di antara kalian bisa menitikkan air mata. Selain itu banyak hal yang dipetik. Kita tidak boleh malas untuk sekolah walaupun keadaan kita sedang sakit. Kita seharusnya mengaca pada kehidupan Keke. Walaupun dia sakit parah, dia tetap bersemangat untuk bersekolah.
Mungkin itu sedikit cerita saya, mohon maaf apabila ada yang kurang jelas. Mohon tinggalkan saran melalui comment atau apa sajalah agar saya bisa memperbaikinya.


Surat Kecil untuk Tuhan

Tuhan...
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.

Tuhan...
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku,
terjadi pada orang lain.

Tuhan...
Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu

Tuhan...
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu

Tuhan...
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya..

Tuhan...
Ijinkanlah rambutku kembali tumbuh, agar aku bisa
menjadi wanita seutuhnya.

Tuhan...
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan
kepada ayah dan sahabat-sahabatku

Tuhan...
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup
kepada siapapun yang mengenalku..

Tuhan...
Surat kecil-ku ini
adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali...

Ke dunia yang Kau berikan padaku..



In memoriam,
Gita Sesa Wanda Cantika.
19/06/91-25/12/06









No comments: