Pages

[Review Novel] Ranah 3 Warna

Udah baca postingan aku sebelumnya ???  Klo belum,, baca postingan itu dulu, coz buku yang ini seri kedua dari buku yang aku posting kemarin,,

Ranah  3  Warna














Penerbit             :   PT Gramedia Pustaka Utama

Penulis               :   A. Fuadi
Halaman            :   473
Tahun Terbit      :  Januari 2011 (cetakan pertama)

Alif  baru  saja  tamat  dari  Pondok  Madani.  Dia  bahkan  sudah  bisa  bermimpi  dalam  bahasa  Arab  dan  Inggris.  Impiannya?  Tinggi  betul  ingin  belajar  teknologi  tinggi  di  Bandung  seperti  Habibie,  lalu  merantau  sampai  ke Amerika.
Dengan  semangat  menggelegak  dia  pulang  kampung  ke  Maninjau  dan  tak  sabar  ingin  segera  kuliah.  Namun  kawan  karibnya,  Randai,  meragukan Alif  mampu  lulus  UMPTN.  Lalu  dia  sadar,  ada  satu  hal  penting  yang  dia  tidak  punya.  Ijazah  SMA.  Bagaimana mungkin  mengejar  semua  cita-cita  tinggi  tanpa  ijazah?
Terinspirasi semangat tim dinamit Denmark, dia mendobrak rintangan berat. Baru saja dia tersenyum, badai lain menggempurnya silih berganti tanpa ampun. Alif letih dan mulai bertanya-tanya,”Sampai kapan aku harus teguh bersabar menghadapi semua cobaan cobaan hidup ini?” Hampir saja dia menyerah.

Sedikit sinopsis Ranah 3 Warna dari cover belakang buku ini.
Menurut saya buku ini tak kalah bagus dengan seri pertamanya “Negeri 5 Warna”. Buku ini mengisahkan kehidupan Alif setelah lulus dari PM. Dia mendapat sebuah “mantera” baru yaitu man shabara zhafira. Selepas lulus Alif berusaha mendapatkan ijazah setara SMA untuk  mengikuti UMPTN. Namun sahabatnya, Randai, tidak yakin Alif bisa masuk ke Universitas Negeri karena basicnya dia bukan berasal dari SMA. Namun Alif membuktikan bahwa ia dapat masuk ke fakultas Hubungan Internasional Universitas Padjajaran. Walaupun sebenarnya ia ingin menjadi mahasiswa Intitute Teknologi Bandung seperti Habibie. Namun, di sekolah barunya ini dia mendapat pengalaman yang mengesankan yaitu “dunia jurnalistik”. Namun dibalik semua itu, Alif harus menerima kenyataan bahwa ayahnya dipanggil Sang Khalik. Hal itu membuat Alif berjanji untuk tidak menyusahkan ibunya. Ia bekerja sebagai penulis artikel di sebuah media massa. Itulah awal mula karier dia sebagai anggota pers. Di novel ini diceritakan Alif mendapat kesempatan untuk memperkenal budaya Indonesia di Quebec, bagian kecil dari Kanada. Tidak hanya itu, dikisahkan juga cinta Alif yang bertepuk sebelah tangan. Kalo kamu ngerasa maniak novel, kayanya belum lengkap klo kamu ngga baca novel ini!!! Lets read this novel!!! Ngga akan nyesel kok!!! :D





No comments: